2020

 "Lima, empat, tiga, dua satu!!" Gemuruh riuh kegembiraan massa. Kembang api menyala memenuhi langit gelap pukul 00.00 hingga padam 15 menit kemudian, tidak lama setelahnya turunlah hujan.
Tahun baru masehi harapan awal semua pembaharuan. Berbondong-bondong manusia meyakinkan komitmen tentang dirinya yang buruk tahun lalu, masuk kedalam pembaharuannya itu sebagai eksistensi dari kehidupan. Lama kelamaanpun, pandangan ini akan berubah kembali seperti sebelumnya, kehilangan tujuan makna hingga larut dalam depresinya, jika teori mitos sisypus terlimtas muncul dalam otak setengah sadarnya. Tidak semua, hanya segelintir yang merasakan.
 Tahun baru ini ceriteranya berbeda dengan sebelumnya. Yang sama hanya pergolakan-pergolakan prinsip maupun jabatan. Bedanya, hanya tata letak klimaksnya dan perubahannya.
 Zaman terus berkembang. Adapun orang berkata: zaman akan terus bersandar pada waktu, hingga semua tumpas didalamnya. Sayangnya benar. Bumi manusia sekarang ini memang sedang dalam tahap-tahapnya melarikan diri dari kenyatan. Kenyataan pahit yang membuat orang-orang tertidur sebagai tidak peduli angin kencang ataupun arus deras.
 Dahulu teknologi ditemukan membuat orang-orang kegirangan mengetahui, menyambut, bahkan merasa semuanya lebih baik. Sekarang, semua menjadi suatu kekhawatiran yang akan terus menerus tidak pernah berhenti. Cara-cara konvensional sudah berada diujung tanduk.
 Harapanku hanya satu: kebangkitan kesadaran kehidupan.

Sekarang aku masih bersyukur. Hujan belum mati termakan eksploitasi. Dan kau kasih, apakah kau menikmatinya?

Komentar

Postingan Populer