Kepastian Indah?

Senja di kala itu terlihat flamboyan. Dari jauh terlihat Pantai yang mempesona dengan keramaian orang-orang bersenda gurau. Deburan ombak yang terlihat begitu jingga memanjakan mata. Sedang sementara mataku tersapu dalam sebuah ingatan sambil berdiri menyandarkan tubuh menggenggam secangkir teh hangat.

Andai saja aku menulis untuk hari ini dalam tinta tentang perasaanku yang aneh ini. Ini bukan hanya tentang masalahku, namun juga tentang seorang yang kutemui saat itu. Seorang yang kukagumi perihal gagasan prinsipnya. Baiklah akan ku tulis itu.

"ide itu mimpi. Aku adalah aksara berjalan yang suatu nanti menjadi manuskrip. Selama huruf-huruf yang telah kubakar musnah karena terlihat samar-samar, aku ingin kepastian indah agar tersusun dalam untaian benang merah". 

Setelah itu aku tersenyum. Kupikir, senja kali ini membuat perutku terasa kosong.

Komentar

Postingan Populer