Catatan Harian Sialan
Hari ini masih sore dengan cuaca yang cukup mendung dengan angin kencang pertanda akan datangnya hujan. Ruang tamu ini cukup nyaman dengan kursi sofa.
waktunya mengetik di laptop diiringi Prelude Op.23 No.5, entah apa itu namanya sangat pas dengan alunannya selalu mengingatkanku akan hal itu. Ya kejadian itu, kejadian lalu, kejadian yang kemarin pula. Mungkin sekarang akan lagi. Lagi.
Lingkaran setan.
Keseharianku masihlah berselimut. Setelah keluar dari pendidikan formal di SMA, aku mendaftar di sebuah kampus ternama di Institut Seni Bandung yang kemudian di terima. Sayang, kebodohanku yang membuatku menganggur selama setahun dikarenakan lupa untuk mendaftar ulang di kampus tersebut, sehingga tak bisa kumasuki kampus itu karena tidak terdaftar. Waktu itu aturannya seperti itu dan itu adalah hal terbodohku yang bisa membunuh diri sendiri. Stress.
Sempat temanku bertanya: Apa ada rencana b jika kau seperti ini?. Pertanyaan itu menamparku sangat keras. Tidak ada rencana sama sekali, sehingga kujawab: Doakan aku agar pulih kawan. Tidak tahu apa yang kufikirkan waktu itu bahwa engkau hanyalah seorang pengganggu.
Komentar
Posting Komentar