Warung dan Istri Pa Ahmad
Waktu itu menjelang sore, aku sedang berada diwarung bu ahmad ingin membeli sesuatu yang di minta oleh ibuku, dengan catatan permintaannya di secarik kertas yang di sobek. Antisipasi hilang ingatan.
Kemudian kupanggil bu ahmad, tetapi tidak muncul. Kemanakah beliau? Lama aku tunggu hingga 5 menit yang serasa seharmal. Lalu, hadirlah dua orang anak kecil yang kukenal sebagai anak tetangga se-RW denganku terlihat ingin membeli sesuatu juga. Lalu, kutanyakan kemana bu ahmad si pemilik warung kepada salah seorang anak kecil yang sedang sama-sama menunggu denganku, walaupun pertanyaan yang kemungkinan besar pasti di jawabnya tidak tahu. Tapi biarlah, untuk mengisi waktu yang kosong ini.
"Lihat bu ahmad gak de?" Tanyaku
"Kemana ya, tapi perasaan aku lihat dia dimana?" Kata anak kecil itu.
"kamu tahu de?"tanyaku. Tidak disangka, ternyata dia mengetahuinya.
"Iya bener a, tapi gak tahu nama orangnya, intinya di rumah nenek yang aku temui tadi." katanya. "Ehh, udah aja kamu panggil sul." Katanya kepada temannya sul, teman sebayanya.
"Emang dimana?" Jawab si sul seperti yang mudah sekali di suruh, karna polosnya.
"Itu, nenek yang sering bilang kalau kita main depan rumahnya, 'hush-hus jangan berisik pergi sana'."kata si temannya sul
"Ohhh, nenek menyebalkan itu. Males ah." Kata sul.
"Sok atuh, tolong panggilin. Nanti aa kasih permen nih." Kataku. Lalu, merekapun pergi bersama-sama tanpa perdebatan menyusul bu ahmad ke rumah nenek yang mereka maksud. Mereka sangat mengharap permen dariku. Padahal bukan halloween. Aku tiba-tiba tersenyum sendiri, karna dapat membayangkan, betapa galaknya nenek itu. Ternyata, karakternya bisa terlihat dari kepolosan cerita anak itu.
Beberapa menit kemudian, datanglah bu ahmad dan juga dua orang anak itu
Beberapa menit kemudian, datanglah bu ahmad dan juga dua orang anak itu
"Ehhhh, ada Toyyib. Daritadi nunggu?" tanya bu ahmad
"Dari kemarin bu." Kataku bernada kesal menyenangkan.
"Bu beli mainan yoyo dua!" Kata temennya sul " ohh ya, sama permen 2 juga, tapi di bayarin sama a Toyyib." Tambahnya
"Beli se toples aja bu." Kataku
"Ihhhh, ini beneran a?" Tanya si sul.
"Beneran, biar aa bisa minta hehe." Kataku." Nggak ket bercanda."
"Makasih a samsuuuuul." Kata mereka, lalu mengambil setoples permen, kemudian pergi kegirangan entah kemana.
"Kamu baik banget yib." Kata bu ahmad.
"Iya, tadi itu hadiah mereka karna manggil ibu, hehehe"
"Ihhh, maafin ibu tadi kelamaan, barusan lagi bantuin masang gas di rumah bu siti.
"Bu siti?" Tanyaku kaget "bu siti istrinya pa sukri? Perasaan masih muda, kok udah jadi nenek-nenek?."
"Ihhhh! ngomong apa kamu yib, yang nenek-nenek itu ibunya kali. Barusan aku bantu ibunya bu siti itu." Kata bu ahmad
"Ohhhh, kukira dunia terlalu cepat berputar bagi bu siti, hehehehe." Kataku
"Ehh ini mau beli ini bu."kataku sambil memberikan catatan kertas itu ke bu Ahmad. Catatan pesanan ibu.
Kemudian, di berikannya aku sekantong keresek berisi pesanan ibu, lalu kuberikan uang seharga yang dibeli pesanan ibu. Alhamdululliah uangnya pas, karna sama yang bayar permen tadi. Jadi, buahmad tidak perlu repot-repot mengambik kembaliannya.
"Makasih bu"
"Sama sama yib."

Komentar
Posting Komentar