Bahasa

  Kata-kata yang bagus.
  Terlahir dari sebuah propaganda, kenikmatan, penderitaan, maupun pengalaman yang bagus. Terbayang akan sebuah bahasa indonesia yang sangat lucu. Dalam secarik puisi Joko Pinurbo yang menyatakan bahwa, kata ibu tidak akan jauh dari kata iba,dan gagah tak jauh dari gigih.
  Kosakata yang menimbulkan keambiguan. "ANU" adalah suatu arti dari segala relativitas ruang dan waktu. Itulah mengapa anumu melengkung seperti itu Hmmmm.

  Adapun salah seorang temanku, dia seorang penyair termasyur yang pernah aku dengar. Caranya membuat puisi sangat menyentuh hati. Duhai mengapa gerangan? tanyaku padanya. Rupanya, dia sedang mengalami meditasi cinta, sehingga terbentuklah struktur puitisasi di otaknya. Kata-katanya sangatlah bagus. Gerak gerik lidahnya bergelombang layaknya ombak di tepian empang. Hatinya sangat syahdu.
  Lihatlahkah zaman itu para pendahulu kita? di mana kata kata berkembang biak secara melesat. Berbagai macam bahasa lahir, hingga menimbulkan ceritera rakyat dengan bahasanya sendiri. Tetap yang kumaksudkan Bahasa Indonesia yang lucu.
  Pernahkah kau dengar cerita Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu? atau Sangkuriang yang mengutuk perahu menjadi gunung?(tafsiranku). Ceritera yang sangat bagus itu lahir dengan bahasa yang sangat terperinci detailnya mengenai alur cerita yang dramatis.
  Tapi sayang, masih ada perdebatan antara sebuah kata, antara: cabai dan cabe, menperlihatkan dan memerlihatkan, lihai dan handal. Kamus Indonesia terlalu sempit untuk di saring lebih dalam. Bahasaku terlalu gundah, namun kekeliruannya menghasilkan sebuah tafsir yang tidak mutlak.
  Kalau kulihat perbandingan ketebalan kamus dengan negara tetangga yang masih satu rumpun berbahasa melayu, Brunei, sekitar 3082 halaman, sedangkan indonesia hanya 1277 halaman. Itu berarti, Brunei lebih terbuka dalam mencakup kebahasaan dibanding dengan bahasa Indonesia. Ohh masa? tapi jika ditilik lebih dalam, kejanggalan ini adalah suatu hal yang mungkin masih dapat dimaklumi, karena banyaknya berbagai bahasa yang berada di Indonesia, sehingga bahasa melayupun menjadi pemersatunya. Kenapa melayu? kenapa tidak jawa, atau sunda, atau batak? aku belum tahu. mari kita telusuri lebih dalam.
  Menurut pandanganku, mengapa Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional Indonesia. Jika dilihat dari bahasa yang lain contohnya sunda, bahasa yang terlalu terbelit oleh hirarki dan tidak bebas untuk di pakai sembarang kata. Seperti kata dahar yang kasar dan tuang yang halus. Padahal bahasa itu sama saja berarti makan.
 Coba kita lihat bahasa melayu. Sangat bebas, mudah dan sederhana. Orang-orangpun mudah memahami pemakaian bahasanya baik suku sunda, jawa, madura ataupun sebagainya.
 Itulah alasan mungkin kenapa bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa ini. Mungkin.

Komentar

Postingan Populer