Bandung dan Yanto
Berjalanlah aku menyusuri jalan setapak, di temani anjing peliharaan orang lain yang bertemu selewat saja, dan disampingku ada temanku namanya Alex yang bernama asli Yanto, dan Alex adalah nama mobile legendnnya (game online populer dimasa itu) karna teman temanku kebanyakan bermain mobile legeend juga, nama Alexpun menjadi panggilannya. Aku pernah bertanya kepadanya, kenapa ia tidak marah di panggil Alex. Lalu dijawabnya agar keren. Nama Yanto adalah nama yang sangat kuno dan terkutuk menurutnya. Ohhh
Lanjut, keadaan taman balkot ini terlalu nyaman dan dingin, sehingga membuatku ingin meminum secangkir kopi yang hangat, dan kubelilah kopi tersebut di warung pinggir jalan
"Lihat mulutku berasap" kata Alex. Aku hanya mengangguk sambil melihat jalan beraspal yang sangat sepi karena hari ini adalah hari ini bukan hari libur. Sebenarnya Kota ini memiliki keadaan yang khas kalau bukan hari libur. Jika hari libur, jangan harap kau terlepas dari kemacetan yang menyebalkan.
Pengamen jalanan bernyanyi menghibur para orang berharap mendapatkan infak dari pendengarnya. Adapun yang berharap beasiswa karna masih pelajar. hahaha. Kadang, teringat padaku kepada seorang seniman kota ini bernama Harry Roesli. Beliau adalah pendiri RMHR entah disingkat apa, yang pasti tempat itu adalah tempat bernaungnya ekspresi maupun kreativitas para pengamen. Mungkin dariitu pula kotaku banyak pemusiknya. Bakat pengamen memang bisa diandalkan.
Lalu aku berjalan jalan dengan Alex melewati alun-alun, lalu ke Asia Afrika, disitu terpampang tulisan "Dan Bandung bagiku bukan cuma urusan wilayah belaka, lebih jauh melibatkan perasaan yang bersamaku ketika itu"pidi baiq. Adapun dekat dekat sana terlihat orang yang menggunakan kostum karakter. Ada yang karakter robot, kartun dll. Sayangnya, pemandangan tersebut di rusak oleh kostum hantu, padahal ini masih pagi jam 7.
"Pulang yu" kataku.
"Ayo." kata Alex
Alex melambailkan tangan pada angkutan kota
"Kiri-kiri."

Komentar
Posting Komentar