Lala
Aku berjumpa dengan satu teman yang lama tak jumpa. Sebelumnya sembunyi entah mengapa. Lalu kutanya
"Mengapa kau sembunyi?"tanyaku.
"Aku tidak tahu. Ada yang tidak mengenakan saja, tapi sekarang sudah biasa kok."jawabnya
"Bagaimana hubunganmu dengan dia?"
Lalu dia terdiam, entah mengapa menatap kebawah
"Ada apa denganmu kawan?"kutanya lagi.
Ditariklah nafasnya dalam-dalam sembari berkata perlahan "Itulah cinta yang hanya bisa merusak hatimu disaat yang tak diinginkan." sambil minum kopi. "Ya, hanya cinta."bisiknya. "Kadang aku berfikir bagaimana rasanya sendirian. Menurutmu bagaimana dengan kesendirian?"
"Menurutku itu menyedihkan." Kataku
"Tidak kawan, kau keliru. Dulu yang kupikirkan hanyalah sebuah permainan yang kumainkan dengan waktu yang sebaik-baiknya. Ternyata semua itu keliru. Saat dia sudah masuk kedalamnya, apakah dia bisa keluar? Coba jika aku yakin sedari awal."katanya sambil senyum sedikit.
"Aku tidak mengerti, tapi aku bersyukur kau sudah seperti dulu kawan. Terima kasih sudah mentraktirku hehe" jawabku sambil garuk kepala karna gatal berketombe.
Ya. Dari situ kuambil kesimpulan dari percakapan ini. Hanya rasa cinta yang bisa menghancurkan hatimu. Hati kita semua. Hmmmm. masa?
Dasar Lala
"Mengapa kau sembunyi?"tanyaku.
"Aku tidak tahu. Ada yang tidak mengenakan saja, tapi sekarang sudah biasa kok."jawabnya
"Bagaimana hubunganmu dengan dia?"
Lalu dia terdiam, entah mengapa menatap kebawah
"Ada apa denganmu kawan?"kutanya lagi.
Ditariklah nafasnya dalam-dalam sembari berkata perlahan "Itulah cinta yang hanya bisa merusak hatimu disaat yang tak diinginkan." sambil minum kopi. "Ya, hanya cinta."bisiknya. "Kadang aku berfikir bagaimana rasanya sendirian. Menurutmu bagaimana dengan kesendirian?"
"Menurutku itu menyedihkan." Kataku
"Tidak kawan, kau keliru. Dulu yang kupikirkan hanyalah sebuah permainan yang kumainkan dengan waktu yang sebaik-baiknya. Ternyata semua itu keliru. Saat dia sudah masuk kedalamnya, apakah dia bisa keluar? Coba jika aku yakin sedari awal."katanya sambil senyum sedikit.
"Aku tidak mengerti, tapi aku bersyukur kau sudah seperti dulu kawan. Terima kasih sudah mentraktirku hehe" jawabku sambil garuk kepala karna gatal berketombe.
Ya. Dari situ kuambil kesimpulan dari percakapan ini. Hanya rasa cinta yang bisa menghancurkan hatimu. Hati kita semua. Hmmmm. masa?
Dasar Lala
Komentar
Posting Komentar